Klasifikasi Penyandang Cacat

Menurut WHO (1980), pengertian Penyandang Cacat dibagi dalam 3 hal :

1. Impairment diartikan sebagai suatu kehilangan atau ketidak normalan baik psikologis, fisiologis maupun kelainan struktur atau fungsi anatomis.
2. Disability diartikan sebagai suatu ketidakmampuan melaksanakan suatu aktivitas/kegiatan tertentu sebagaimana layaknya orang normal yang disebabkan oleh kondisi impairment tsb.
3. Handicap diartikan kesulitan/ kesukaran dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, baik dibidang sosial ekonomi maupun psikologi yang dialami oleh seseorang yang disebabkan ketidak normalan tersebut

1.Gangguan penglihatan:
a.Low vision
b.Light Perception
c.Totally blind

2.Gangguan pendengaran
3.Gangguan bicara
4.Gangguan penggunaan lengan dan jaritangan
5.Gangguan  penggunaan  kaki
6.Gangguan kelainan bentuk tubuh
7.Gangguan mental retardasi
8.Gangguan eks penyakit jiwa/ekspsikotik

Low vision (Penglihatan Sisa) adalah seseorang yang mengalami kesulitan/gangguan jika dalam jarak minimal 30 cm dengan penerangan yang cukup tidak dapat melihat dengan jelas baik bentuk, ukuran, dan warna. Jika responden memakai kacamata maka yang ditanyakan adalah kesulitan melihat ketika melihat tanpa kacamata (sumber: modifikasi Susenas 2000 dan  ICF b 210 hal. 62) (tidak termasuk orang yang menggunakan kacamata plus, minus ataupunsilinder).
Light Perception (Persepsi Cahaya) yaitu seseorang hanya dapat membedakan terang dan gelap namun tidak dapat melihat benda didepannya.
Totally blind (ButaTotal) yaitu seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui/membedakan adanya sinar kuat yang ada langsung di depan matanya.

Gangguan Pendengaran:

seorang dikatakan mengalami kesulitan/gangguan pendengaran bila tidak dapat mendengar suara dengan jelas seperti membedakan sumber, volume, dan kualitas suara secara keras (sumber: modifikasi ICF b230 hal.65). Seseorang yang tidak/kurang memiliki kemampuan untuk mendengar memerlukan alat bantu dengar dan atau bahasa isyarat untuk membantu berkomunikasi dengan orang lain.

Gangguan bicara:

gangguan pada fungsi organ tubuh dalam memproduksi suara, termasuk gangguan dalam kualitas suara. Seseorang dikatakan mengalami kesulitan/gangguanbicara bila dalam berbicara saling berhadapan tanpa dihalangi sesuatu (tembok, musik keras, sesuatu yang menutupi telinga dll) tidak dapat berbicara sama sekali atau pembicaraannya tidak dapat dimengerti (sumber: ICF b310 hal 71. dan modifikasi Susenas 2000). Seseorang yang tidak memiliki/kurangmemilikikemampuanuntuk berbicaradalam berkomunikasimemerlukanbahasaisyaratdalam berkomunikasi dengan orang lain (lazim disebut orang bisu).

Gangguan penggunaan lengan dan jari tangan:

kelainan dalam mengkoordinasi lengan dan tangan untuk menggerakkan benda atau lainnya seperti: memutar handle pintu atau melemparkan atau menangkap suatu benda/bola. (sumber: ICF d445 hal.143) termasuk yang diakibatkan karena tidak berfungsinya/ tidak dimiliknya satu atau kedua pergelangan tangan, satu atau kedua tangan, atau hanya kehilangan jari-jari tangan.
Gangguan penggunaan kaki :

kelainan seseorang berjalan di permukaan langkah demi langkah dengan 1 kaki selalu berada di tanah misalnya: berjalan, maju, mundur, kesamping (sumber: ICF d450 hal.144). Termasuk didalamnya adalah tidak memiliki jari, kaki maupun pergelangan kaki.Gangguankelainanbentuk tubuh: kelainanpada tulang, ototatau sendianggotagerakdan tubuh, kelumpuhanpada anggotagerakdan tubuh, tidak ada atau tidak lengkapnyaanggotagerakatasdan anggotagerakbawahsehingga menimbulkangangguangerak. (sumber: Susenas2000).

Gangguankelainanbentuk tubuh:

kelainan pada tulang, otot atau sendi anggota gerak dan tubuh, kelumpuhan pada anggota gerak dan tubuh, tidak ada atau tidak lengkapnya anggota gerak atas dan anggota gerak bawah sehingga menimbulkan gangguan gerak. (sumber: Susenas 2000).

Gangguan mental retardasi:

kelainan yang biasanya terjadi sejak kecil misalnya anaky ang terhambat perkembangan kepandaiannya (duduk, berdiri, jalan, bicara, berpakaian, makan), tidak bisa mempelajari dan melakukan perbuatan yang umum yang dilakukan orang lain seusianya, tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain, kematangan sosial tidak selaras dengan usianya, tingkat kecerdasan dibawah normal sehingga tidak dapat mengikuti sekolah biasa. Wajah penderita terlihat seperti wajah dungu. ( Susenas2000). Termasuk juga hilangnya atau mundurnya kemampuan intelektual yang sedemikian berat sehingga menghalangi fungsi sosial atau pekerjaan, terdapat gangguan pada daya ingat, daya abstrak, daya nilai, kemampuan berbicara, mengenal benda walaupun inderanya baik, melakukan aktivitas yang agak kompleks, daya tirudan diikuti dengan perubahan kepribadian. Keadaan ini bisa juga terjadi pada usia tua baik setelah terkena penyakit (misaleksstroke) ataupunt anpa sebab yang jelas. Contohnya debil, imbisil, idiot, down syndrome.

About chikal setiawan

Aku adalah aku, Tak seorangpun yang sama denganku, Tak seorangpun yang bisa mengerti tentang aku, karena aku adalah aku. Aku yang slalu ingin menjadi diriku sendiri.......
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s