Penyandang Cacat Tuna Netra Menekuni “Genjek”

Liputan6.com, Denpasar: Sebuah kreasi lahir tak dibatasi kondisi fisik. Ini dibuktikan para penyandang tuna netra di Denpasar, Bali. Mereka yang tergabung dalam sanggar seni Rwabineda menekuni genjek, seni tradisional yang biasa digelar para petani usai panen padi. Sudah 12 tahun kelompok seni tuna netra itu memeriahkan pesta kesenian Bali.

Seni genjek yang dipentaskan para seniman tuna netra ini merupakan perpaduan antara seni kidung khas Bali yakni gerak dan tari. Sementara cerita yang dibawakan dalam pentas ini adalah kisah perjalanan hidup penyandang tuna netra, termasuk usaha mereka dalam mencari pasangan hidup.penyandang-tuna-netra-menekuni-genjek

About chikal setiawan

Aku adalah aku, Tak seorangpun yang sama denganku, Tak seorangpun yang bisa mengerti tentang aku, karena aku adalah aku. Aku yang slalu ingin menjadi diriku sendiri.......
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s